Berita mengenai Gunung Kelud kini
sedang hangat di bicarakan, semenjak erupsi pertama pada hari Kamis, 13
Februari 2014 pukul 22.25 WIB malam yang mengeluarkan material dari dalam bumi terutama
asap tebal yang menjulang kelangit setinggi ± 70 km. Berikut gambarnya.
Akibat dari aktivitas gunung berapi
yang berada di Kediri Jawa Timur tersebut ternyata berdampak ke daerah lain,
seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat. Dampak yang ditimbulkan yaitu Abu Vulkanik
yang berhembus menuju ke arah Barat. Hal ini pun membawa Kabupaten Garut
merasakan dampak tersebut.
Daerah Kabupaten Garut terkena
abu vulkanik pada hari Jumat tepatnya siang hari, itu yang dirasakan oleh Atom(admin:Firman
Setiawan) di daerah Limbangan. Walaupun dampak yang ditimbulkan tidak separah
daerah Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta.
Abu Vulkanik menuju Limbangan
dengan intensitas rendah, layaknya seperti
hujan gerimis membuat warga
hujan gerimis membuat warga
Limbangan heboh, hal ini karena letak dari Gunung Kelud yang jauh. Butiran abu
terasa mengganggu karena menurut para ahli, menimbulkan gejala batuk-batuk,
Asma, gatal-gatal, iritasi mata dan penyakit lainnya terutama sekitar
Pernapasan. Namun hal ini tidak berlangsung lama, tepatnya sekitar menjelang
sore hari, abu vulkanik semakin berkurang. Sisa dari abu tersebut menempel di semua tempat yang ada di luar rumah, warga pun membersihkan sisa-sisa Abu tersebut.
Dampak yang dirasakan selain abu
vulkanik yaitu langit yang selalu mendung, sinar matahri terhalang oleh asap
tebal di langit, hal ini mengganggu pemampaatannya bagi kehidupan sehari-hari.
Sampai hari ini pun belum
dipastikan kapan aktivitas Gunung Kelud terhenti. Kita hanya bisa berharap semua
ini cepat berakhir. Amiin..


0 komentar:
Posting Komentar